CILEGON, iNST-Media.id – Pemerintah Kota Cilegon terus tancap gas dalam program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Salah satu langkah seriusnya adalah memetakan kondisi sarana dan prasarana sekolah negeri yang ternyata banyak mengalami kerusakan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindik) Kota Cilegon bekerja sama dengan Fakultas Teknik Sipil Untirta untuk mendata tingkat kerusakan sekolah TK, SD, dan SMP Negeri se-Kota Cilegon. Survei dilakukan selama 15 hari dan mencakup 181 sekolah.
Hasilnya cukup mengkhawatirkan: 25 sekolah terdeteksi mengalami kerusakan berat, 3 rusak sedang, dan 144 lainnya rusak ringan. Rinciannya, untuk TK Negeri: 1 rusak berat dan 15 rusak ringan. SD Negeri: 21 rusak berat, 3 rusak sedang, dan 125 rusak ringan. SMP Negeri: 3 rusak berat dan 13 rusak ringan.
“Data ini sangat penting sebagai dasar kami dalam menyusun perencanaan dan penganggaran yang tepat sasaran,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, Selasa (22/4/2025).
Ekspose hasil survei dilaksanakan pada Kamis (17/4/2025) di ruang rapat Wali Kota. Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota, Sekda, Asisten Daerah I, Kepala Dindik, jajaran Bappeda, serta tim ahli dari Untirta.
Heni menambahkan, hasil pemetaan ini juga akan diinput ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar dapat menjadi acuan pemerintah pusat, khususnya Kemendikdasmen, dalam menentukan kebijakan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan untuk Kota Cilegon.
“Harapan kami, hasil pemetaan ini tak hanya menjadi data, tapi benar-benar jadi dasar perbaikan sarpras agar lingkungan belajar makin aman dan nyaman bagi siswa dan guru,” jelas Heni.
Langkah ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Cilegon untuk memperkuat infrastruktur pendidikan dasar dan menengah serta memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas untuk semua warga Cilegon. *(RED)



