PANDEGLANG, INST-Media.id – Situasi keamanan anak-anak di Pandeglang semakin mengkhawatirkan setelah laporan mengejutkan mengenai dugaan pencabulan seorang kakek berusia 70 tahun di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten terhadap bocah perempuan berinisial SR (11) di toilet musala. Kejadian ini terungkap berkat keberanian seorang teman korban yang melihat aksi bejat tersebut dan segera melaporkannya kepada keluarga SR.
Yosep, paman SR, menceritakan bahwa kejadian itu terungkap berkat saksi mata, seorang teman SR, yang melihat AW mengajak bocah itu ke toilet. “Dari keterangan saksi, AW memegang bagian tubuh SR dan meminta dia melakukan tindakan yang sangat tidak pantas,” jelas Yosep.
Peristiwa ini bukan hanya mengejutkan keluarga, tetapi juga membuat masyarakat setempat terhenyak.
Yosep menekankan bahwa tindakan pelaku sangat menjijikkan dan memberikan dampak yang mendalam bagi korban dan keluarganya. “Kami meminta pihak kepolisian untuk segera bertindak tegas dan menangkap pelaku. Anak-anak kita harus dilindungi dari kejahatan seperti ini,” ungkapnya penuh harap
Iptu Alfian Yusuf, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pandeglang, memberikan pernyataan resmi terkait laporan dugaan tindakan asusila yang menimpa bocah perempuan berinisial SR. Dia memastikan bahwa laporan mengenai kasus tersebut telah diterima dan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban serta beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian.
“Kami mengonfirmasi adanya laporan dugaan tindakan dugaan pencabulan terhadap korban berinisial SR yang berusia 11 tahun oleh pelaku berinisial AW, yang berusia 70 tahun,” ujarnya.
Alfian menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung, dan pihak kepolisian berkomitmen untuk meneliti kasus ini secara menyeluruh. Dia juga menekankan pentingnya perlindungan anak dan memastikan bahwa pelaku akan diproses secara hukum untuk mencegah terulangnya tindakan serupa di masyarakat.
Selain itu, Alfian mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan setiap tindakan yang mencurigakan guna menjaga keselamatan anak-anak. “Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan beberapa saksi, dan kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengungkap kebenarannya,” tutupnya.*(RED)



