LEBAK, INST-Media.id – Perjalanan menuju kampung adat Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten kini tak ubahnya seperti melewati lintasan offroad. Aspal yang mengelupas, lubang menganga di mana-mana, serta jalanan berbatu membuat wisatawan harus ekstra waspada dan bersabar.
Padahal, kawasan adat Baduy dikenal sebagai destinasi favorit yang menawarkan pengalaman budaya yang autentik. Namun kondisi jalan yang rusak parah justru membuat banyak pengunjung enggan kembali.
“Rasanya seperti naik perahu di tengah badai. Jalan berlubangnya dalam banget, bikin mobil oleng,” ungkap Aldi, wisatawan dari Serang yang kecewa dengan kondisi jalan menuju lokasi, Minggu (1/6/2025).
Hal serupa disampaikan Yandi, wisatawan asal Bandung. “Wisatanya keren, tapi jalannya bikin kapok. Sayang banget, padahal ini potensi besar untuk wisata budaya,” ucap Yandi dengan kesal.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga berpotensi membahayakan. Banyak kendaraan harus berjalan pelan dan zig-zag menghindari lubang. Jika hujan turun, jalan makin licin dan rawan kecelakaan.
Warga sekitar dan para pelaku wisata berharap pemerintah segera turun tangan. Perbaikan akses jalan dinilai sangat penting demi keberlangsungan ekonomi lokal dan kenyamanan wisatawan.
“Kalau terus dibiarkan, orang jadi malas datang. Ini bisa matikan potensi wisata kita sendiri,” ujar salah satu warga yang sehari-hari membuka warung di jalur menuju Baduy.
Dengan makin ramainya kunjungan ke kampung adat Baduy, sudah saatnya perhatian tak hanya pada promosi wisata, tapi juga infrastruktur penunjang. Jangan sampai, wisata budaya unggulan Banten justru tenggelam karena jalan yang tak layak pakai. *(RED)



