JAKARTA, INST-Media.id – Film SORE: Istri dari Masa Depan sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu film lokal paling menyentuh hati di tahun 2025. Hanya dalam waktu kurang dari dua minggu setelah penayangan perdana pada 10 Juli, film ini langsung melampaui angka 1 juta penonton dan menjadi buah bibir di media sosial.
Adaptasi dari web series viral yang tayang tahun 2017, film ini hadir dengan nuansa baru, lebih dewasa, lebih emosional, dan tentunya lebih sinematis. Disutradarai oleh Yandy Laurens, versi filmnya berhasil memberi napas baru bagi cerita cinta lintas waktu ini.
Apa yang Bikin Filmnya Beda dari Web Series?
Meski tetap mengangkat kisah Jonathan, seorang fotografer yang tiba-tiba bertemu perempuan dari masa depan bernama Sore, versi film dan versi web series ternyata punya banyak perbedaan signifikan.
Yuk, simak 5 perbedaan paling mencolok antara keduanya:
1. Sore yang Baru, Energi yang Berbeda
- Web series (2017): Tika Bravani sebagai Sore, dengan karakter yang kalem dan misterius.
- Film (2025): Sheila Dara Aisha menggantikan peran Sore, membawa aura yang lebih emosional dan ekspresif. Dion Wiyoko tetap sebagai Jonathan.
2. Plot Lebih Dalam, Durasi Lebih Panjang
- Web series menyampaikan inti cerita secara ringkas dalam beberapa episode pendek.
- Filmnya memperluas narasi dengan tambahan konflik dan lapisan emosional, lengkap dengan struktur tiga babak khas film layar lebar.
3. Lokasi & Bahasa: Lebih Internasional
- Web series hanya mengambil lokasi di Italia.
- Film ini syuting lintas negara: Kroasia, Finlandia, hingga Jakarta. Bahkan, ada adegan berbahasa Kroasia yang memperkaya realisme latarnya.
4. Ilmu Waktu Lebih Logis
- Web series lebih ringan dan simpel soal konsep perjalanan waktu.
- Filmnya membahas lebih serius, termasuk efek samping fisik bagi Sore yang ‘melompati’ waktu, seperti mimisan dan kelelahan ekstrem.
5. Soundtrack Baru yang Bikin Baper
Soundtrack web series identik dengan lagu “I’ll Find You” dari Kunto Aji.
Filmnya menyuguhkan deretan musik baru yang menyayat, seperti “Terbuang Dalam Waktu” dari Barasuara, “Pancarona”, serta lagu-lagu nostalgia dari Sheila On 7.
Film ini bukan sekadar adaptasi, melainkan pengalaman sinematik yang memperdalam makna cinta, kehilangan, dan pilihan hidup. Reaksi penonton pun penuh pujian, banyak yang merasa relate, tersentuh, bahkan menitikkan air mata.
Kalau kamu belum nonton, masih ada waktu untuk menyaksikan kisah Jonathan dan Sore di layar lebar. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan versi terbaik dari SORE: Istri dari Masa Depan! *(NSA/RED)



