Thursday, April 30, 2026
header ads 728x90
HomeTeknologiPolemik Roblox, Game Anak yang Ternyata Punya Sisi Gelap

Polemik Roblox, Game Anak yang Ternyata Punya Sisi Gelap

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

JAKARTA, INST-Media.id – Dalam beberapa minggu terakhir, game Roblox kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasi atau pencapaian teknologinya, melainkan karena munculnya berbagai kontroversi yang memicu kekhawatiran orang tua, pendidik, hingga pemerintah.

Mulai dari dugaan konten kekerasan yang mudah diakses anak-anak, praktik penyalinan game indie tanpa izin, hingga laporan mengerikan tentang komunitas berbahaya yang memengaruhi kesehatan mental pemain muda.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Popularitas Roblox yang sangat tinggi terutama di kalangan anak dan remaja membuat setiap isu yang muncul dari platform ini langsung berdampak besar.

Tidak heran jika saat ini muncul seruan dari berbagai pihak untuk melakukan evaluasi menyeluruh, bahkan tak sedikit yang menyuarakan kemungkinan pemblokiran permanen di Indonesia.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Lantas, apa saja polemik yang tengah menyelimuti Roblox? Dan bagaimana tanggapan pihak berwenang maupun komunitas pengembang game? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Ancaman Pemblokiran di Indonesia

Belakangan ini, pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap Roblox menyusul kekhawatiran bahwa game ini menyuguhkan konten kekerasan yang bisa ditiru anak-anak. Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyarankan agar siswa SD tidak memainkan Roblox karena khawatir akan meniru kekerasan yang terjadi di dalam game.

Menanggapi isu ini, Menkominfo Meutya Hafid menegaskan bahwa belum ada rencana resmi memblokir Roblox, namun pemerintah tetap melakukan evaluasi melalui Dirjen Pengawasan Ruang Digital. Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi membuka kemungkinan pemblokiran jika konten dinilai berdampak negatif pada perilaku generasi muda.

2. Keselamatan Anak & Upaya Teknologi AI

Di tengah polemik ini, Roblox mengambil langkah serius dengan meluncurkan Sentinel, sistem AI open source untuk mendeteksi perilaku predatory dalam obrolan, mengolah miliaran pesan setiap hari. Sistem ini sudah menyumbang lebih dari 1.200 laporan ke lembaga pelaporan kasus anak hingga pertengahan 2025.

3. Fenomena Kloning: Jurassic Copy-an yang Merugikan

Kontroversi lainnya datang dari komunitas indie game. Beberapa developer menyayangkan adanya game kloning di Robloxnyang meniru game seperti Peak dengan pola monetisasi agresif seperti pay-to-win. Developer game asli lebih memilih pengguna membajak game mereka daripada memainkan versi kloning berisi microtransaction, yang mereka nilai merusak integritas gameplay.

4. Ancaman Terpopuler: ‘Spawnism Cult’ dan Self-Harm

Kasus paling mengkhawatirkan melibatkan fenomena berbahaya bernama Spawnism cult yang terkait dengan game “Forsaken” di Roblox. Kelompok ini mendorong remaja rentan melakukan self-harm termasuk mengukir simbol tertentu di tubuh mereka dengan dalih melakukan ritual spiritual.

Dalam beberapa kasus ekstrem, ada laporan dugaan bunuh diri. Ahli keamanan dan penegak hukum kini menyoroti betapa mudahnya fitur trust-based voice chat dimanfaatkan oleh predator.

Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau termasuk kemungkinan pemblokiran sekaligus upaya pihak Roblox memperkenalkan teknologi untuk melindungi penggunanya. Namun, tantangan seperti kloning game dan kelompok manipulatif menunjukkan bahwa regulasi dan kontrol industri game masih perlu ditingkatkan.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular