LEBAK, INST-Media.id – Ada-ada saja cara warga merayakan HUT ke-80 RI. Di Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten warga menggelar lomba yang tak biasa: lomba nangis sedih, Minggu (24/8/2025).
Satu per satu peserta maju ke lapangan untuk memperlihatkan ekspresi paling sedih. Suasana pun pecah, sebagian penonton tertawa melihat gaya peserta, sementara yang lain ikut berkaca-kaca. Tangisan yang biasanya identik dengan duka, kali ini justru jadi hiburan sekaligus pengikat kebersamaan warga.
Namun, perhatian tertuju pada seorang ibu bernama Mumun. Tangisannya terdengar tulus dan begitu menyayat hati. Ia akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama.

Saat diwawancara, Mumun mengaku kesedihannya datang begitu saja karena teringat suami dan anaknya yang lama tak pulang. “Saya teringat keluarga, makanya bisa menangis. Apalagi saya harus banting tulang cari nafkah sendiri,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ketua panitia lomba, Enan, mengatakan awalnya lomba ini hanya untuk hiburan warga. “Tapi ternyata banyak peserta yang benar-benar larut dalam kesedihan. Justru itu yang bikin acara semakin seru,” katanya.
Selain lomba nangis, acara perayaan kemerdekaan juga diisi dengan berbagai perlombaan khas 17-an, pertunjukan seni budaya Banten seperti silat dan debus, hingga lomba untuk anak-anak dan remaja. *(RED)



