SUMATRA, INST-Media.id – Bencana banjir dan longsor yang menerjang wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menelan korban jiwa hingga 72 orang.
Puluhan lainnya masih dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga kini. Bencana besar yang terjadi pada akhir November ini menjadi salah satu yang paling mematikan di Indonesia sepanjang 2025.
Curah hujan ekstrem menyebabkan sungai meluap, menenggelamkan pemukiman, merusak rumah warga, serta memutus akses ke sejumlah daerah. Di beberapa titik, banjir disertai longsor sehingga membuat proses evakuasi semakin sulit.
Tim SAR menghadapi kesulitan besar akibat banyaknya jalan yang terputus dan jembatan yang rusak. Akses menuju beberapa desa terdampak bahkan hanya bisa ditembus menggunakan perahu karet atau alat berat.
Kondisi medan yang licin dan aliran air yang masih deras membuat proses pencarian korban hilang memakan waktu lebih lama. Ratusan warga juga terpaksa mengungsi karena kehilangan rumah atau masih terisolasi akibat putusnya jalur transportasi.
Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa bencana ini menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur dasar. Banyak jaringan listrik roboh atau tergenang air, membuat wilayah terdampak mengalami pemadaman dalam waktu lama.
Selain itu, distribusi BBM ikut terhambat karena akses jalan rusak. Pemerintah kini fokus mengerahkan tim untuk menormalkan kembali pasokan energi, terutama di area yang terdampak paling parah.
Pemerintah pusat memastikan bantuan untuk korban banjir telah dikirim ke wilayah terdampak. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penyaluran logistik serta penanganan darurat, terutama untuk kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara.
BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan evakuasi warga, penyaluran bantuan, serta pencarian korban hilang. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan warga, pemulihan akses, serta normalisasi layanan listrik dan BBM.
BMKG juga memberi peringatan potensi cuaca ekstrem akibat pergerakan sistem siklon tropis yang dapat memicu efek Fujiwhara. Kondisi ini memungkinkan hujan lebat dan angin kencang masih berlanjut di sejumlah wilayah Sumatera.
Masyarakat di area rawan banjir dan longsor diminta tetap waspada terhadap kemungkinan bencana susulan.



