SUMATERA UTARA, INST-Media.id – Sejak banjir bandang melanda Aceh Tamiang, Langkat, Medan, Tapanuli Tengah, hingga Deli Serdang, ribuan warga masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Listrik padam, air bersih langka, akses komunikasi terputus, serta kebutuhan pangan dan BBM terbatas.
Melihat kondisi darurat ini, Rumah Yatim bergerak cepat. Relawan diturunkan sejak akhir November hingga awal Desember 2025 untuk memastikan bantuan segera sampai ke para penyintas.
Bantuan Logistik Siap Tersalurkan
Rumah Yatim menyalurkan beras, mi instan, roti, gula, kopi, teh, susu, popok bayi, air minum, baju layak pakai, hingga obat-obatan. Titik distribusi mencakup Aceh Tamiang (Desa Sriwijaya, Lubuk Batil, Tanjung Lipat), Langkat (Tanjung Pura, Kwala Serapuh), Tapanuli Tengah (Gedung Serbaguna Pandan), Medan (Marelan, Sunggal, Helvetia, Padang Bulan Selayang), dan Deli Serdang (Batang Kuis Pekan).
Para korban mengaku lega dan bersyukur karena bantuan hadir tepat saat listrik padam dan kebutuhan anak-anak terbatas.
Posko Hangat & Dapur Umum

Rumah Yatim mendirikan posko hangat di Medan dan Langkat serta dapur umum di Aceh Tamiang. Posko ini membantu warga, terutama anak-anak dan lansia, yang tidak bisa memasak karena kompor terendam banjir.
Bantuan Kesehatan Darurat
Relawan Rumah Yatim juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, distribusi obat-obatan, vitamin, madu, susu, dan buah untuk mencegah penyakit pasca-bencana.
Trauma Healing untuk Anak-Anak
Untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak, Rumah Yatim mengadakan sesi trauma healing, dongeng, dan aktivitas ceria. Orang tua merasa senang melihat anak-anak tersenyum kembali meski berada di pengungsian.
“Setiap bantuan yang tersalurkan adalah wujud nyata kepedulian masyarakat Indonesia,” ujar tim relawan Rumah Yatim.
Organisasi ini berkomitmen terus mendampingi para penyintas hingga kondisi kembali stabil. Masyarakat dapat membantu melalui sedekah, infaq, dan zakat di Rumah Yatim– Program Bencana. Setiap donasi menjadi harapan bagi mereka yang berjuang bangkit. *(RED)



