CILEGON, INST-Media.id – Sebagian umat Muslim di Cilegon sudah menggelar Salat Idulfitri pada Jumat (20/3/2026), lebih awal dari ketetapan pemerintah yang menetapkan Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, jamaah terlihat memadati masjid dan lapangan sejak pagi untuk merayakan hari kemenangan.
Perbedaan ini dipicu oleh metode penentuan awal Syawal. Sebagian masyarakat menggunakan hisab, sementara pemerintah bersama Nahdlatul Ulama menggunakan rukyat atau pengamatan hilal.
Meski demikian, suasana tetap kondusif. Warga tetap menjaga toleransi dan saling menghormati.
Salah satu warga, Uli, mengatakan perbedaan ini bukan hal baru.
“Yang penting kita tetap rukun, nanti juga tetap saling berkunjung,” katanya.
Warga lain, Jeje, juga menegaskan bahwa Lebaran adalah momen kebersamaan, bukan perdebatan.
Perbedaan hari pelaksanaan Salat Id tidak mengurangi makna Idulfitri sebagai ajang silaturahmi antar sesama. *(RED)



