CILEGON, INST-Media.id – Program minyak jelantah di Cilegon menjadi solusi cerdas warga untuk mengubah limbah dapur menjadi uang. Berawal dari kepedulian lingkungan, ibu-ibu rumah tangga di Kampung Wates Telu, Kecamatan Purwakarta, kini rutin mengumpulkan minyak goreng bekas sebagai tabungan.
Setiap hari, warga datang menyetorkan minyak jelantah ke rumah Ketua RW setempat. Dalam sebulan, minyak yang terkumpul mencapai 70 hingga 80 liter. Minyak tersebut kemudian dihargai Rp3.000 per liter dan dicatat sebagai tabungan yang bisa dicairkan setahun sekali.
Ketua RW 05 Wates Telu, Roseliana Handayani, mengatakan program ini sudah berjalan sekitar dua tahun. Selain membantu ekonomi warga, kegiatan ini juga bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak sembarangan.
“Minyak jelantah ini kami kumpulkan dan catat sebagai tabungan warga, nanti diambil setahun sekali. Selain menambah penghasilan, ini juga menjaga lingkungan,” ujarnya.
Salah satu warga, Madihah, mengaku program ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga. “Lumayan untuk tambahan belanja dapur,” katanya.
Tak hanya bernilai ekonomi, minyak jelantah yang terkumpul juga akan diolah kembali menjadi bahan bakar biodiesel. Dalam setahun, warga mampu mengumpulkan ratusan liter minyak bekas.
Gerakan sederhana ini menjadi bukti bahwa dari dapur rumah tangga, warga bisa berkontribusi menjaga lingkungan sekaligus menambah penghasilan. *(RED)



