CILEGON, INST-Media.id – Isak tangis warga miskin di Cilegon pecah saat rumahnya hendak diperbaiki melalui program bedah rumah dalam kegiatan TMMD ke-128. Seorang ibu bernama Wati yang menderita stroke tak kuasa menahan haru saat rumahnya akhirnya direnovasi.
Selama puluhan tahun, Wati harus tinggal di rumah sempit yang kerap bocor dan tergenang air saat hujan. Bahkan, kondisi tersebut sudah ia alami selama 42 tahun bersama anaknya.
“Kalau hujan, air suka masuk dan rumah bocor. Saya berharap setelah diperbaiki tidak seperti dulu lagi,” ujar Wati.
Program bedah rumah ini merupakan bagian dari kegiatan TNI bersama perusahaan di Kota Cilegon. Rumah Wati menjadi salah satu dari rumah tidak layak huni (rutilahu) yang diperbaiki.
Komandan Kodim Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori, mengatakan pada program TMMD ke-128 ini ditargetkan ada 10 rumah warga yang diperbaiki.
“Melalui TMMD ini, kami bersama pihak perusahaan melakukan pembangunan rumah tidak layak huni agar masyarakat bisa tinggal lebih layak,” ujarnya.
Perbaikan rumah ini diharapkan mampu mencegah banjir masuk ke dalam rumah saat hujan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
Program ini juga menjadi harapan bagi masyarakat agar pembangunan di Cilegon bisa merata, termasuk perbaikan infrastruktur dan hunian warga kurang mampu. *(RED)



