PANDEGLANG, INST-Media.id – Kekeringan Pandeglang, Banten membuat warga Desa Sukasenang harus berjalan hampir 2 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Selama sekitar tiga bulan tidak turun hujan, warga terpaksa mengandalkan sumur yang masih memiliki air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah sumber air seperti sungai dan sumur di wilayah tersebut sudah mengering. Kondisi itu membuat warga mencari sumber air yang masih tersedia meski harus menempuh jarak cukup jauh.
Warga Desa Sukasenang, Usri, mengatakan kemarau di wilayahnya sudah berlangsung sekitar tiga bulan lebih.
“Sekitar tiga bulan setengahan,” ujar Usri, Jumat (28/8/2026).
Menurut Usri, satu sumber air kini menjadi tumpuan hampir 30 kepala keluarga. Tidak hanya warga setempat, masyarakat dari desa lain juga datang untuk mengambil air.
“Ke sini, cuma sini doang,” katanya.
Air yang diambil digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kondisi ini membuat warga berharap pemerintah memberikan bantuan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.
“Cuma minta bantuan air saja. Yang paling penting itu air. Karena air itu kan untuk minum, untuk masak, untuk segala macam,” tutur Usri.
Warga berharap hujan segera turun sehingga sumur dan sumber air kembali terisi. Bantuan air bersih juga dinilai sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama kekeringan belum berakhir. *(RED)



