CILEGON, INST-Media.id – Tagihan rumah sakit Jahidi, warga Citangkil, Cilegon, yang menjadi korban dugaan penusukan mencapai sekitar Rp150 juta. Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon kini turun tangan melakukan asesmen dan mencari alternatif bantuan untuk meringankan beban keluarganya.
Jahidi mengalami luka serius di bagian kepala setelah peristiwa di sebuah bengkel kawasan Flyover Merak pada Jumat (25/9/2026) dini hari. Ia harus menjalani operasi dan hingga kini belum dapat kembali bekerja.
Kepala Dinsos Cilegon Lia Nurlia Mahatma mengatakan, pihaknya telah mengecek kepesertaan BPJS Kesehatan Jahidi dan diketahui masih aktif. Namun, penggunaan BPJS untuk penanganan medis akibat peristiwa tersebut masih perlu dikoordinasikan.
“BPJS-nya sudah aktif. Tapi karena ini kecelakaan, saya juga belum tahu bagaimana aturan BPJS-nya. Apakah nanti bisa digunakan untuk kontrol ke depan atau seperti apa, itu perlu dikoordinasikan,” ujar Lia, Senin (12/10/2026).
Dinsos selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan mempertimbangkan alternatif bantuan melalui Baznas, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami sudah melakukan asesmen dan nanti akan mencoba mengusulkan kepada Baznas. Mudah-mudahan bisa,” katanya.
Keluarga menyebut sekitar Rp80 juta telah dibayarkan untuk biaya pengobatan, sehingga masih terdapat tunggakan puluhan juta rupiah.
Istri Jahidi, Lena, berharap pemerintah dapat membantu menyelesaikan biaya rumah sakit sekaligus mendukung proses pemulihan suaminya.
“Harapannya minta dibantu pembayaran rumah sakit, karena keadaan kami kurang mampu. Masih ada tunggakan di rumah sakit yang belum dibayar,” ujar Lena. *(RED)



