Thursday, October 15, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaCilegonCegah TPPO di Cilegon, Aktivis PATBM Dilatih Kenali Modus dan Dampingi Korban

Cegah TPPO di Cilegon, Aktivis PATBM Dilatih Kenali Modus dan Dampingi Korban

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, INST-Media.id – Pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Cilegon diperkuat dengan membekali aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) cara mengenali kasus dan mendampingi korban.

Sosialisasi yang digelar DP3AP2KB Cilegon pada Rabu (14/10/2026) diikuti sekitar 60 peserta dari 43 kelurahan serta UPT PPA.

Kepala Bidang PPA DP3AP2KB Cilegon Ema Hermawati mengatakan aktivis PATBM memiliki posisi penting karena berada langsung di tengah masyarakat.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Oleh karena itu, kami dari Pemerintah Kota Cilegon memberikan edukasi ataupun sosialisasi kepada aktivis PATBM, karena aktivis PATBM itu mereka punya slogan respon cepat terhadap kasus-kasus yang ada di Kota Cilegon,” ujar Ema.

Aktivis dibekali pemahaman mengenai ciri korban TPPO, langkah awal ketika menemukan dugaan kasus, hingga koordinasi dengan UPT PPA.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Mereka diberikan edukasi supaya mereka kalau menemukan korban tindak pidana perdagangan orang di wilayah kelurahan mereka harus melakukan tindakan cepat, respon cepat terhadap kasus itu memberikan sosialisasi terhadap korbannya dan langsung koordinasi dengan UPT PPA,” katanya.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan gaji tinggi. Legalitas perusahaan atau penyedia tenaga kerja perlu diperiksa sebelum menerima tawaran.

Ema menyebut sepanjang 2026 terdapat satu kasus TPPO di Cilegon yang berkaitan dengan tenaga kerja di luar negeri.

Sementara Kasat Pamobvit Polres Cilegon Ipda Yogie Fahrisal menekankan pentingnya pendampingan tanpa menyalahkan korban.

“Yang paling utama itu kita lebih memprioritaskan memberikan pendampingan maksimal dulu terhadap korban, karena rata-rata korban itu butuh pendampingan, butuh di dengar dulu,” ujarnya.

Menurut Yogie, korban jangan sampai mengalami tekanan kedua akibat stigma atau sikap menyalahkan dari lingkungan. (RED)

Baca juga:  Dinsos Cilegon Benahi Data Bansos, Warga Diminta Ikut Laporkan Penerima Tak Sesuai
- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular