CILEGON, INST-Media.id – Anak-anak di Kota Cilegon diajak kembali memainkan permainan tradisional untuk mengurangi ketergantungan terhadap gawai. Gerakan Siswa Bermain Tradisional Ceria (GEMBIRA) diluncurkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Cilegon untuk mendorong aktivitas bermain yang edukatif.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan permainan tradisional perlu kembali menjadi bagian dari keseharian anak, termasuk di lingkungan sekolah.
“Kita berharap permainan tradisional ini bisa terus dilestarikan dan diimbaskan kembali ke satuan pendidikan masing-masing serta dimainkan dalam keseharian anak-anak,” ujar Heni, Senin (19/10/2026).
Melalui GEMBIRA, anak-anak dikenalkan dengan berbagai permainan yang tidak bergantung pada perangkat elektronik. Salah satunya melalui kegiatan Dolanan Goes to Mall.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan delapan permainan tradisional, yakni engklek, das-dasan, congklak, egrang, terompah panjang atau bakiak, balok, gobag sodor, dan boi-boian.
Anak-anak juga mengikuti workshop dan tutorial untuk memahami cara bermain. Sejumlah permainan melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh, sedangkan lainnya membutuhkan strategi, ketelitian, serta kerja sama.
Menurut Heni, pengenalan permainan tradisional di ruang publik juga menjadi cara untuk mendekatkan budaya lokal dengan kehidupan anak-anak masa kini.
Dindikbud berharap dukungan sekolah dan keluarga membuat permainan tradisional tidak hanya hadir dalam kegiatan tertentu, tetapi dapat dimainkan secara rutin.
Melalui GEMBIRA, pemerintah daerah ingin mendorong anak-anak agar lebih aktif bergerak, berinteraksi dengan teman, sekaligus mengenal warisan budaya lokal. *(RED)



