CILEGON, INST-Media.id – Sebanyak 96 calon pekerja migran Indonesia (CPMI) asal Cilegon mulai mendapat pelatihan bahasa Jepang sebagai bekal bekerja di luar negeri. Program tersebut digelar Pemkot Cilegon untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang kerja internasional.
Pelatihan dan pembekalan dibuka Selasa (20/10/2026) dan akan berlangsung selama 36 hari, mulai 21 Oktober hingga 2 Desember 2026 di LPK Wahana Mancak.
Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, peserta tidak hanya dibekali kemampuan bahasa, tetapi juga budaya dan etos kerja Jepang.
“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Cilegon untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja kita. Dengan adanya pembekalan ini, kami berharap para peserta memiliki keterampilan yang dibutuhkan sehingga dapat memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,” ujar Aziz.
Ia meminta peserta serius mengikuti pelatihan dan menjaga nama baik daerah maupun Indonesia ketika nantinya bekerja di luar negeri.
Peluang penempatan kerja disebut terbuka di perusahaan Jepang yang telah menjalin kerja sama dengan pemerintah. Selain Jepang, kesempatan kerja ke Korea Selatan juga tersedia sesuai kebutuhan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Cilegon Sri Widayati mengatakan, 96 peserta telah lulus seleksi untuk mengikuti program tersebut.
“Sebanyak 96 peserta telah dinyatakan lulus seleksi dan akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama 36 hari,” ungkap Sri.
Pelatihan didukung APBN melalui BBPVP Banten. Pemkot juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya tawaran kerja luar negeri yang belum jelas dan selalu melakukan verifikasi ke Dinas Tenaga Kerja. *(RED)



