CILEGON, INST-Media.id – Musim mudik tidak hanya membawa kebahagiaan bagi pemudik, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi pedagang di sekitar Pelabuhan Merak. Salah satunya adalah Jaroh, pedagang kopi keliling yang menikmati lonjakan pendapatan saat arus mudik Lebaran.
Biasanya, Jaroh hanya mendapatkan Rp50 ribu per hari dari berjualan kopi. Namun, ketika gelombang pemudik memadati Pelabuhan Merak, penghasilannya bisa melonjak hingga Rp100 ribu per hari. Pemudik yang kelelahan dan menunggu jadwal kapal menjadi pelanggan setianya.
“Kalau lagi ramai kayak sekarang, jualan lebih cepat laku. Pemudik banyak yang butuh kopi biar tetap segar,” ujar Jaroh.
Meski begitu, lonjakan penghasilan ini tidak selalu stabil. Kehadiran pedagang musiman yang ikut menjajakan dagangan di sekitar pelabuhan membuat persaingan semakin ketat. Jaroh mengaku, meskipun saat hari biasa penghasilannya lebih kecil, tetapi lebih konsisten dibanding saat musim mudik.
Fenomena mudik bukan hanya soal perjalanan kembali ke kampung halaman, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi banyak orang, terutama pedagang kecil yang memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan mereka. *(RED)



