CILEGON, INST-Media.id – Sekitar 800 buruh Cilegon berangkat ke Jakarta untuk mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026). Keberangkatan buruh ini menjadi momentum untuk menyuarakan tuntutan terkait kesejahteraan pekerja.
Ratusan buruh dari empat federasi diberangkatkan sejak dini hari menggunakan tujuh bus, dengan pengawalan dari Polres Cilegon. Jumlah peserta diperkirakan bertambah karena total 14 bus disiapkan untuk mengangkut buruh yang akan menyusul.
Ketua buruh Cilegon, Rudi Syahrudin, menyebutkan ada empat tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi May Day di Jakarta.
“Kami menolak upah murah, mendesak pembentukan satgas PHK, penghapusan outsourcing, serta regulasi ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembentukan satgas PHK menjadi hal mendesak di tengah kondisi industri yang tidak stabil. Bahkan, kata dia, sudah ada perusahaan di Cilegon yang melakukan pemutusan hubungan kerja secara massal.
Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut mengatakan pihaknya melakukan pengawalan penuh terhadap rombongan buruh, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
Ia juga memastikan tidak ada aksi unjuk rasa di wilayah Cilegon karena seluruh kegiatan dipusatkan di Jakarta.
Peringatan May Day 2026 sendiri dipusatkan di Monas dan diikuti ribuan buruh dari berbagai daerah di Indonesia. *(RED)



