JAKARTA, iNST-Media.id – Komisi VI DPR RI menegaskan dukungan mereka terhadap PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam upaya memperkuat industri baja nasional. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja spesifik ke Krakatau Steel di Cilegon pada Jumat, 7 Maret 2025.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menyoroti pentingnya penguatan industri baja dalam negeri. Menurutnya, Krakatau Steel harus menjadi pemain utama di pasar baja nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.
“Dalam 10 tahun ke depan, kebutuhan baja nasional akan meningkat pesat karena pembangunan infrastruktur. Kita harus memastikan industri baja lokal mendapat perlindungan dan dukungan maksimal,” ujar Eko, Rabu (12/3/2025).
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa impor baja ke Indonesia terus meningkat sejak 2020. Pada 2023, total impor mencapai 13,8 juta ton, meskipun sedikit menurun dari tahun sebelumnya.
Menanggapi kondisi ini, Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, tetap optimistis. Ia menyebut konsumsi baja nasional terus tumbuh dengan rata-rata kenaikan 4,6% per tahun.
“Permintaan baja terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan transportasi massal. Krakatau Steel siap memenuhi kebutuhan tersebut,” jelas Akbar.
Sebagai langkah strategis, Krakatau Steel merencanakan pengembangan Klaster Baja Cilegon dengan target produksi 10 juta ton baja. Investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp150 triliun.
Selain itu, Krakatau Steel juga mengusulkan menjadi Pusat Logistik Baja Nasional untuk mengatur tata niaga impor baja. Hal ini bertujuan untuk:
- Â Memastikan pasokan baja bagi proyek nasional
- Â Mengendalikan impor ilegal dan praktik dumping
- Menjaga stabilitas industri baja dalam negeri
“Kami terus melakukan restrukturisasi dan efisiensi agar Krakatau Steel semakin kompetitif. Dengan dukungan DPR RI dan pemerintah, kami yakin industri baja nasional bisa mandiri,” tambah Akbar.
DPR RI menegaskan bahwa industri baja adalah tulang punggung pembangunan nasional. Oleh karena itu, mereka berkomitmen untuk membantu Krakatau Steel dalam menghadapi tantangan global. *(RED)
“Krakatau Steel harus menjadi pemimpin industri baja nasional. Dengan strategi yang tepat, kita bisa mengurangi impor dan memperkuat ekonomi dalam negeri,” pungkas Eko.



