Monday, July 20, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenWamenparekraf Dorong Buffer Zone untuk Kurangi Kemacetan di Pelabuhan

Wamenparekraf Dorong Buffer Zone untuk Kurangi Kemacetan di Pelabuhan

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, iNST-Media.id – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Ni Luh Puspa mendorong pentingnya zona penyangga atau buffer zone di pelabuhan. Langkah ini dinilai mampu mengurai kemacetan, terutama saat arus mudik Lebaran.

Dalam kunjungan kerjanya ke Banten, Rabu (20/3/2025), Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa buffer zone sangat dibutuhkan. Dengan adanya zona ini, antrean kendaraan yang hendak menyeberang dapat dikurangi.

“Kita butuh buffer zone untuk meningkatkan kenyamanan di pelabuhan. Tujuannya agar antrean panjang bisa dihindari,” ujar Ni Luh Puspa.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengikuti jadwal keberangkatan yang sudah ditentukan. Mereka sebaiknya membeli tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan. Dengan cara ini, antrean bisa dikendalikan lebih baik.

Tidak hanya itu, Ni Luh Puspa meminta pemerintah daerah terlibat langsung. Salah satu langkahnya adalah menyiapkan buffer zone di Kilometer 97.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Menurutnya, keberadaan buffer zone sangat efektif mengurangi penumpukan kendaraan menuju pelabuhan. Dengan begitu, perjalanan mudik akan lebih lancar dan nyaman.

Ni Luh Puspa juga membeberkan prediksi dari Kementerian Perhubungan. Tahun ini, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 146 juta orang.

“Jika setiap orang mengeluarkan sekitar Rp2,5 juta, maka perputaran ekonomi bisa lebih dari Rp300 triliun. Ini tentu potensi besar yang harus dimanfaatkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah berharap arus mudik bisa dikelola dengan baik agar dampak ekonominya maksimal.

Lebih lanjut, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya soal infrastruktur. Sumber daya manusia (SDM) juga memegang peran penting.

“Pariwisata kekuatannya ada di masyarakat. Jika masyarakat sadar wisata, daerahnya akan berkembang,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, ia juga mengikuti Rapat Koordinasi Siaga Wisata dan meninjau langsung kawasan wisata Carita. Kawasan ini selalu ramai dikunjungi saat libur Lebaran.

Baca juga:  Aston Jadi Percontohan Nasional, Street Food Jepang '60 Seconds to Tokyo' Siap Hadir di 130 Hotel Indonesia

Di sisi lain, terkait larangan study tour di beberapa daerah, Ni Luh Puspa menyebut pemerintah sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait.

“Mudah-mudahan kebijakan ini bisa mendorong masyarakat untuk tetap berwisata di daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Dengan begitu, meskipun ada larangan, perekonomian daerah tetap bisa bergerak.

Sebagai penutup, Ni Luh Puspa berharap semua upaya ini berdampak positif. Kelancaran arus mudik dan penguatan pariwisata lokal akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami optimis Lebaran tahun ini akan membawa dampak baik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” pungkasnya. (KR)***

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular