Sunday, April 19, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenGAPASDAP Keluhkan Kerugian Besar Saat Bantu Angkutan Lebaran di Pelabuhan Ciwandan

GAPASDAP Keluhkan Kerugian Besar Saat Bantu Angkutan Lebaran di Pelabuhan Ciwandan

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, iNST-Media.id – Para pengusaha angkutan penyeberangan yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) mengaku merugi setelah membantu angkutan Lebaran di Pelabuhan Ciwandan, Kota Cilegon. Penyebab utama adalah tingginya biaya operasional akibat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Baca juga:  H-4 Lebaran: Arus Mudik di Pelabuhan Ciwandan dan Merak Ramai, ASDP Maksimalkan Layanan

Ketua GAPASDAP, Khoiri Soetomo, mengungkapkan bahwa sejumlah kapal yang dialihkan untuk mengangkut pemudik dari Pelabuhan Merak ke Ciwandan tidak mendapatkan akses BBM bersubsidi. “Kami diminta membantu kelancaran arus mudik, tetapi kapal-kapal kami harus beroperasi dengan BBM industri yang harganya jauh lebih mahal. Ini jelas memberatkan pengusaha,” ujarnya.

Khoiri Soetomo, Ketua GAPASDAP
Khoiri Soetomo, Ketua GAPASDAP, meminta pemerintah memberikan BBM bersubsidi bagi kapal swasta yang membantu angkutan Lebaran di Pelabuhan Ciwandan. (Foto : iNst-Media)

Menurut Khoiri, sembilan kapal anggota GAPASDAP ikut serta dalam operasional mudik tahun ini di Pelabuhan Ciwandan. Namun, banyak di antaranya tidak memiliki Surat Keputusan (SK) penetapan BBM bersubsidi, sehingga biaya operasional melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan dengan kapal yang beroperasi di lintasan reguler Merak-Bakauheni.

- Advertisement -
space iklan 300x250
Baca juga:  Ribuan Pemudik Motor Membludak di Pelabuhan Ciwandan, Puncak Arus Mudik Malam Ini!

“Kami berharap pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, memberikan solusi agar kapal swasta yang membantu angkutan Lebaran juga bisa mendapatkan BBM bersubsidi, sebagaimana kapal-kapal milik BUMN,” tambah Khoiri.

Selain itu, GAPASDAP meminta kelonggaran dari Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait pengalihan arus kendaraan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Ciwandan dan Bandar Bakau Jaya saat terjadi lonjakan volume kendaraan. Langkah ini dinilai perlu agar tidak hanya pengusaha, tetapi juga pemudik mendapatkan kepastian dalam perjalanan mereka.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Dengan kondisi ini, pengusaha angkutan berharap ada evaluasi dari pemerintah agar operasional mereka tetap berkelanjutan tanpa harus menanggung kerugian besar setiap musim mudik.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular