LEBAK, iNST-Media.id – Sebuah video tentang kondisi jalan rusak di Kampung Cisaray, Desa Mugijaya, Kecamatan Cigemblong, Lebak, mendadak viral di media sosial. Tak hanya menunjukkan parahnya infrastruktur, video tersebut juga disisipi sindiran lucu menggunakan pepatah Sunda ala tokoh legendaris Kabayan.
Dalam video yang diunggah oleh warga di Facebook Prio Roesmana, jalan terlihat penuh lumpur dan bergelombang dan tanjakan. Caption dalam unggahan itu menyebut, “Mun manggih tanjakan kudu seri, sabab bakal manggih turunan,” yang secara berarti: kalau ketemu tanjakan harus tersenyum, karena nanti pasti ketemu turunan. Pepatah itu jadi simbol sindiran bahwa kesulitan warga akibat jalan rusak seolah dianggap biasa oleh pemerintah.
Kerusakan jalan di kawasan ini memang bukan hal baru. Jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer lebih itu sempat diperbaiki, namun rusak kembali akibat dilalui kendaraan berat. Warga mengaku kesulitan, terutama saat musim hujan karena jalan menjadi licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Unggahan tersebut menuai banyak komentar dengan nada satir dan kecewa. Warganet ramai-ramai menagih janji perbaikan dari pemerintah daerah yang dianggap lamban menangani persoalan infrastruktur.
Camat Cigemblong, Sardi, mengonfirmasi kondisi tersebut. Ia menyebut keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama, meskipun kepala desa telah berupaya melakukan pembangunan secara bertahap.
“Memang betul kondisi jalan di Kampung Cisaray itu rusak parah. Anggaran dari desa sangat terbatas, jadi belum bisa menjangkau seluruh ruas jalan. Tapi kepala desa sudah berusaha membangun sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan tahun ini ada perhatian dari pemerintah daerah dan provinsi,” ujar Camat Cigemblong, Sardi, saat dihubungi Senin (21/4/2025).
Warga berharap Bupati Lebak segera turun tangan dan menjadikan jalan Cisaray sebagai prioritas pembangunan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama warga desa dalam beraktivitas.
Di sisi lain, keluhan serupa juga muncul dari wilayah lain di Lebak. Kondisi jalan rusak merata terjadi di berbagai kecamatan seperti Wanasalam, Cijaku, hingga Malingping. Minimnya alokasi anggaran untuk perbaikan jalan pada tahun 2025 juga memperkuat kekecewaan warga.
Sebagai bentuk protes kreatif, masyarakat bahkan mengadakan lomba video dengan tema “Menagih Janji Bupati dan Wakil Bupati” yang kini mulai ramai diperbincangkan di platform media sosial. *(EPL/RED)



