PANDEGLANG, INST-Media.id – Jembatan tua di Desa Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, kembali memakan korban. Kali ini, seorang pria bernama Asmadi (48) harus dilarikan ke Puskesmas setelah kakinya terluka parah saat melintasi jembatan Blengbeng yang sudah rusak parah.
Insiden yang terjadi pada Senin, 30 Juni 2025 itu bukanlah yang pertama. Asmadi mengaku ia merupakan korban keempat selama sebulan terakhir. “Saya terjatuh dan luka cukup dalam, harus dijahit sampai 17 kali. Ini bukan yang pertama, sudah sering kejadian di sini,” ungkapnya, Selasa (1/7/2025).
Jembatan Blengbeng sejatinya merupakan jalur penting yang digunakan warga antar kampung, termasuk anak-anak sekolah yang melintas setiap hari. Sayangnya, kondisi jembatan yang sudah reyot dan nyaris tak layak pakai itu belum juga diperbaiki secara serius.
Warga pun makin resah. Beberapa di antaranya mengaku sudah berkali-kali mengadukan masalah ini, tapi respon dari pemerintah dianggap minim. “Kami sudah capek ngomong. Ini bukan soal jalan jelek, ini soal nyawa,” kata salah satu warga.
Jembatan yang rusak ini menghubungkan kehidupan banyak orang. Jika tak segera diperbaiki, bukan tak mungkin akan muncul korban berikutnya. Warga berharap pemerintah segera turun tangan dan tak menunggu jatuhnya korban jiwa. *(RED)



