CILEGON, INST-Media.id – Aksi panggung anak-anak SDI Al-Azhar 40 YPKS Cilegon sukses mencuri perhatian di Festival Budaye Cilegon Fest and International Folk-Arts 2025. Membawakan Tarian Dangdeur, mereka tampil gemulai meski masih duduk di bangku kelas 5 SD.
Tarian khas Cilegon ini menceritakan kegembiraan para petani saat akan memanen tanaman dangder atau singkong. Kostum warna-warni dan gerakan penuh semangat membuat penonton terpukau.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila, ikut memberikan aplaus dan semangat kepada para siswa. “Penampilan mereka luar biasa, ini bukti generasi muda kita mampu melestarikan budaya lokal,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Quinesha, salah satu penari, mengaku sempat gugup karena tampil di hadapan ribuan penonton. “Awalnya deg-degan, tapi senang sekali bisa menghibur dan dapat aplaus,” katanya.
Kepala Sekolah SDI Al-Azhar 40, Ridwan, menyampaikan rasa bangga kepada murid-muridnya. Menurutnya, keberhasilan tampil di panggung megah ini adalah hasil latihan disiplin dan kerja keras.
Festival Budaye Cilegon Fest yang digelar 6–11 Agustus menghadirkan delegasi seni dari Bulgaria, Rusia, Korea Selatan, dan India. Selain parade budaya, pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan lintas budaya dan pameran UMKM.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Dindikbud Kota Cilegon, CIOFF Indonesia, dan panitia Budaye Cilegon Fest 2025, dengan tujuan mengangkat budaya lokal ke panggung internasional. *(RED)



