JOHOR BAHRU, INST-Media.id – Momen haru dan senyum bahagia menyambut 166 Pekerja Migran Indonesia yang kembali ke tanah air usai deportasi dari Malaysia. Mereka tiba di Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau, Senin (8/9/2025), difasilitasi langsung oleh KJRI Johor Bahru menggunakan dua kapal feri dari Terminal Internasional Pasir Gudang, Johor, setelah menjalani proses detensi di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Malaysia.
Rombongan pertama berjumlah 44 orang, terdiri dari 30 laki-laki dan 14 perempuan, diberangkatkan pukul 10.00 pagi waktu Malaysia dengan Kapal Feri Allya Express 2. Rombongan kedua sebanyak 122 orang, termasuk satu anak perempuan berusia 4 tahun, diberangkatkan pukul 13.30 menggunakan Kapal Feri MDM Express 2.
Sebanyak 129 orang dipulangkan melalui Program M, skema yang difasilitasi pemerintah Malaysia untuk warga asing yang tidak berdokumen. Sisanya 37 orang pulang secara mandiri.
“Menyaksikan mereka menjejakkan kaki kembali di tanah air adalah saat yang penuh haru dan kebahagiaan. Batam bukan hanya tujuan akhir, tapi awal dari pemulihan dan reintegrasi mereka. Kami pastikan setiap WNI/PMI mendapatkan pendataan, layanan kesehatan, dan dukungan psikologis yang layak,” ujar Konsul Konsuler Leny Marliani dalam keterangannya.
Setibanya di Batam, para pekerja migran dibawa ke kantor P4MI untuk pendataan, pemeriksaan kesehatan, dan layanan psikologis dari Polda Kepulauan Riau. Pemulangan ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam melindungi WNI/PMI sekaligus memastikan reintegrasi mereka berlangsung dengan bermartabat.
Hingga September 2025, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan lebih dari 4.200 WNI, termasuk sekitar 1.257 pekerja migran melalui Program M. Proses kedatangan mereka dipermudah melalui aplikasi All Indonesia, yang memastikan setiap langkah mulai dari imigrasi, bea cukai, hingga pemeriksaan kesehatan berlangsung cepat dan terpantau dengan baik. *(RED)



