Sunday, April 19, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaLebakMiris! Sepasang Lansia di Lebak Tinggal di Rumah Miring 45 Derajat Selama...

Miris! Sepasang Lansia di Lebak Tinggal di Rumah Miring 45 Derajat Selama 20 Tahun

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

LEBAK, INST-Media.id – Hidup dalam rumah yang nyaris roboh bukan hal baru bagi pasangan lansia Saniti (53) dan Juned (65). Selama lebih dari 20 tahun, keduanya tinggal di rumah tak layak huni di Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten. Kondisi rumah mereka begitu memprihatinkan — miring hingga hampir 45 derajat dan hanya disangga beberapa batang bambu agar tidak ambruk.

Setiap kali hujan deras mengguyur, Saniti dan Juned tak berani tidur di rumah sendiri. Mereka terpaksa menumpang di rumah tetangga karena khawatir tempat tinggal mereka roboh.

“Kalau hujan, saya sama suami ngungsi ke rumah tetangga. Takut rumah ambruk, soalnya dinding bambunya sudah lapuk,” ujar Saniti, dengan nada lirih, Selasa (7/10/2025).

- Advertisement -
space iklan 300x250

Rumah yang mereka tempati terbuat dari bilik bambu dan kayu bekas. Sebagian besar bagian rumah sudah keropos dimakan usia. Saniti mengaku sudah berusaha meminta bantuan kepada pihak terkait untuk program bedah rumah. Bahkan, ia sempat menyerahkan sejumlah uang sebagai syarat administrasi. Namun, hingga kini belum ada bantuan yang datang.

“Saya sudah lapor ke kelurahan, katanya nanti dibantu. Tapi sampai sekarang belum juga ada kabar,” ungkapnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Kondisi menyedihkan itu juga diakui oleh tetangganya, Erawati, yang sering menampung pasangan lansia tersebut setiap kali hujan turun. “Kalau hujan deras, mereka nginap di sini. Kami warga saling bantu, terutama untuk makan dan kebutuhan harian mereka,” tutur Erawati.

Warga sekitar berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan. Mereka khawatir rumah Saniti dan Juned benar-benar roboh dan menimpa penghuninya.
“Kami semua kasihan, takut ada apa-apa kalau rumah itu roboh,” tambah Erawati.

Kisah Saniti dan Juned menjadi potret nyata bahwa masih banyak warga Banten yang hidup dalam keterbatasan dan belum tersentuh bantuan sosial, meski sudah berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan perhatian pemerintah. *(RED)

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular