SERANG, INST-Media.id – Akses jalan nasional di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, nyaris lumpuh setiap malam. Deretan truk besar yang melintas membuat arus kendaraan tersendat parah hingga beberapa kilometer.
Kasat Lantas Polres Cilegon, AKP Ridwan, mengungkapkan peningkatan volume kendaraan di wilayah Cilegon dalam dua pekan terakhir mencapai 20 persen dibandingkan hari biasa.
“Peningkatan volume kendaraan ini sudah kami pantau sejak dua minggu lalu, terutama di jalur menuju Bojonegara, Pulau Ampel, dan arah sebaliknya,” ujar AKP Ridwan, Selasa (7/10/2025).
Menurutnya, titik paling rawan kemacetan berada di Exit Tol Cilegon Timur, kawasan Bojonegara–Pulau Ampel, serta persimpangan menuju pasar dan pusat perbelanjaan sekitar Pulau Ampel. Untuk mengurai kepadatan, pihak kepolisian menerjunkan 30 personel lalu lintas yang disebar di tiga pos utama Bojonegara, Pulau Ampel.
“Kami gabungkan personel dari berbagai unit lalu lintas agar arus kendaraan tetap bergerak,” jelasnya.
Kasat Lantas menuturkan, kepadatan meningkat tajam pada jam-jam sibuk sore hingga malam hari, dengan rata-rata 140–150 kendaraan per menit melintas di beberapa titik utama. Mobilitas kendaraan juga menunjukkan tingginya aktivitas antarwilayah, dengan banyak kendaraan berpelat B (Jakarta) hingga A (Banten) melintas di kawasan tersebut.
Terkait padatnya arus truk besar, AKP Ridwan mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk membahas kemungkinan pembatasan jam operasional kendaraan berat. “Kami masih koordinasikan apakah aturan jam operasional truk sudah berlaku atau belum,” ujarnya.
Untuk mengurai antrean panjang, kepolisian juga menerapkan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) di sejumlah ruas jalan utama.
“Alhamdulillah, kemarin arus di Exit Tol bisa cepat terurai setelah kami terapkan sistem one way,” tambahnya.
Kasat Lantas menegaskan, puncak kemacetan biasanya terjadi setiap akhir pekan dan hari libur panjang. Karena itu, Polres Cilegon membentuk Tim Urai yang siaga setiap hari untuk mengantisipasi kepadatan di jam padat, terutama antara pukul 16.00 hingga 21.00 WIB.
“Kalau pagi justru padat di wilayah kota, mulai pukul 6 sudah ramai kendaraan,” katanya.
AKP Ridwan juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami prioritaskan pengaturan agar masyarakat bisa pulang dengan aman dan lancar,” tutupnya. *(RED)



