Thursday, April 23, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaSerangWabup Serang Muhammad Najib Hamas Ajak Guru Perkuat Pola Komunikasi dalam Mendidik...

Wabup Serang Muhammad Najib Hamas Ajak Guru Perkuat Pola Komunikasi dalam Mendidik Generasi Alpha

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

SERANG, INST-Media.id – Wakil Bupati (Wabup) Serang, Muhammad Najib Hamas, mengajak para guru untuk memperkuat pola komunikasi pembelajaran dalam menghadapi tantangan mendidik generasi alpha, yakni anak-anak yang lahir mulai tahun 2010 hingga sekitar 2024 dan sangat akrab dengan dunia digital.

Ajakan tersebut disampaikan Najib Hamas usai menjadi keynote speaker dalam Seminar Pendidikan bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Nurul Fikri Boarding School di Aula Tb. Suwandi, Kabupaten Serang, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurut Najib Hamas, generasi alpha memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh dan berkembang di tengah pesatnya teknologi digital, sehingga memiliki kecenderungan menyukai hal-hal yang bersifat instan serta memiliki kepedulian tinggi terhadap konten digital.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Sebagaimana kita ketahui, generasi alpha sangat akrab dengan dunia digital. Mereka memiliki kekhususan, mulai dari pola pikir yang serba instan hingga ketertarikan besar terhadap konten-konten digital,” ujar Najib Hamas.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para pendidik. Guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran, sekaligus meningkatkan kapasitas dalam menyampaikan materi agar mudah dipahami oleh siswa generasi alpha.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Selain itu, Najib Hamas menekankan pentingnya perubahan peran guru dalam proses belajar-mengajar. Menurutnya, guru tidak lagi semata-mata berposisi sebagai pemberi materi, melainkan harus menjadi pendamping bagi peserta didik.

“Seorang pendidik harus mampu menurunkan ego. Guru perlu mulai berposisi sebagai pendamping agar pola komunikasi dengan anak didik menjadi lebih akrab dan efektif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Najib Hamas menyampaikan bahwa anak-anak generasi alpha umumnya telah memiliki pengetahuan luas dari dunia digital dan terhubung dengan informasi global. Oleh karena itu, kurikulum yang diamanatkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan harus dikemas dengan pola komunikasi yang tepat, persuasif, dan relevan dengan dunia mereka.

“ini menjadi tantangan ke depan, bagaimana kurikulum dapat disampaikan dengan cara yang pas agar nilai-nilai pendidikan tetap terserap dengan baik oleh anak didik,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Humas Pondok Pesantren Nurul Fikri Boarding School Serang, Hari Untung Maulana, berharap seminar tersebut dapat membekali para guru dalam mendampingi anak-anak generasi alpha agar kembali ke akar nilai-nilai sosial.

Menurutnya, paparan teknologi dan penggunaan gawai yang berlebihan berpotensi mengurangi interaksi sosial anak di lingkungan sekitar.

“Kembali ke akar artinya anak-anak yang sudah terpapar gadget diharapkan bisa kembali ke lingkungan sosial nyata, mengenal tetangga, berinteraksi dengan keluarga, dan bermain bersama teman di lingkungan sekitar,” ujar Hari.

Ia berharap, melalui materi yang disampaikan para narasumber, para guru mampu membantu anak-anak generasi alpha menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan kehidupan sosial yang sehat.

“Anak-anak diharapkan bisa kembali bertemu dengan keluarga, berkomunikasi dengan orang tua, serta mau bermain dan bersosialisasi secara langsung dengan teman-temannya,” pungkasnya.

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular