CILEGON, INST-Media.id — Menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cilegon menggelar High Level Meeting (HLM) untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Setda II Kota Cilegon ini dihadiri Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, Kepala BI Perwakilan Banten Ameriza M. Moesa, Plt Sekda Ahmad Aziz Setia Ade Putra, unsur Forkopimda, serta stakeholder terkait.
Fajar mengatakan, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, permintaan bahan pokok cenderung meningkat dan berpotensi menekan harga jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Karena itu, diperlukan antisipasi dini, terkoordinasi, dan berkelanjutan agar stabilitas harga dan pasokan tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengendalian inflasi daerah merupakan prioritas nasional sesuai arahan Presiden RI dan Kementerian Dalam Negeri. Melalui HLM ini, TPID diharapkan mampu merumuskan langkah konkret menjaga daya beli masyarakat.
Pemkot Cilegon sendiri telah menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya pemanfaatan lahan untuk produksi pangan, optimalisasi pekarangan melalui Program DPWKEL, serta kerja sama dengan Bulog, Pertamina, dan PT Selago untuk menjamin pasokan beras, gas, dan minyak goreng.
Sementara itu, Kepala BI Banten Ameriza M. Moesa mengungkapkan inflasi Kota Cilegon tahun 2025 tercatat sebesar 2,63 persen, lebih rendah dibanding inflasi Provinsi Banten dan nasional.
“Ini menunjukkan kinerja pengendalian inflasi di Kota Cilegon berjalan cukup baik dan relatif stabil,” pungkasnya. *(RED)



