CILEGON, INST-Media.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cilegon dikebut. Pemkot Cilegon turun langsung melakukan monitoring ke 33 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan dapur penyedia makanan anak-anak berjalan aman dan sesuai aturan.
Monitoring dilakukan 2–5 Februari 2026 oleh empat tim yang menyebar ke seluruh wilayah. Salah satunya dipimpin Plt Asisten Daerah I, Bambang Haryo Bintan, di SPPG Ciwandan–Banjarnegara.
Dalam kunjungan itu, masih ditemukan sejumlah persyaratan administrasi dan teknis yang belum lengkap. Pengelola diminta segera memenuhi standar operasional.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan MBG berjalan baik. Tidak ada yang dipersulit, yang penting persyaratan dipenuhi demi keamanan anak-anak,” ujar Bambang.
Sementara itu, Plt Asda II Tunggul Fernando menyebut SPPG Jombang hampir memenuhi seluruh izin, tinggal sertifikasi halal yang masih proses. Ia menegaskan seluruh dapur wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Kalau belum lengkap, bisa berisiko sanksi hingga pencabutan izin,” tegasnya.
Pemkot juga melibatkan OPD teknis seperti Dinkes, DLH, Disdik, hingga DPMPTSP untuk membantu perizinan. Targetnya, seluruh dapur SPPG beroperasi sesuai standar kesehatan.*(RED)



