LEBAK, INST-Media.id – Permintaan cangkang ketupat di Lebak, Banten meningkat tajam menjelang tradisi Qunut Ramadan yang digelar masyarakat pada malam ke-15 Ramadan. Kondisi ini membuat para pengrajin cangkang ketupat kebanjiran pesanan dari pasar maupun warga.
Salah satu sentra pengrajin berada di Kampung Cicenang Legok, Desa Pasirkupa, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak. Di tempat ini, Herdi bersama keluarganya tampak sibuk menganyam daun kelapa atau janur menjadi cangkang ketupat.
Setiap Ramadan, Herdi yang sehari-hari berjualan sayur keliling memanfaatkan momen ini untuk membuat cangkang ketupat karena permintaan selalu meningkat.
“Kalau Ramadan terutama menjelang qunutan, pesanan cangkang ketupat selalu banyak. Dalam satu musim bisa sampai empat ribu sampai lima ribu cangkang,” ujar Herdi, Kamis (5/3/2026).
Untuk mendapatkan bahan baku, Herdi biasanya berkeliling kampung membeli janur dari warga yang memiliki pohon kelapa.
Dalam satu musim tradisi qunut, ia mampu memproduksi sekitar 4.000 hingga 5.000 cangkang ketupat. Produk tersebut kemudian dijual ke pasar, baik secara eceran maupun borongan.
Harga cangkang ketupat eceran dijual sekitar Rp3.500 hingga Rp5.000 per 10 buah. Sementara untuk pembelian borongan berkisar Rp2.500 hingga Rp3.000 per 10 buah.
Menurut Herdi, meningkatnya permintaan ini juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar yang ikut membantu proses pembuatan anyaman ketupat.
Lonjakan pesanan cangkang ketupat ini menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin musiman di Lebak, sekaligus menunjukkan tradisi lokal masyarakat yang masih kuat terjaga hingga kini. *(RED)



