Saturday, June 27, 2026
header ads 728x90
HomePemerintahanHeboh! Lebih dari 2.000 Warga Padati Gladi Festival Ciomas Ngabring 2026, Lampion...

Heboh! Lebih dari 2.000 Warga Padati Gladi Festival Ciomas Ngabring 2026, Lampion Hiasi Langit Malam

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

SERANG, INST-Media.id – Festival Ciomas Ngabring 2026 sukses mencuri perhatian ribuan warga. Lebih dari 2.000 masyarakat memadati Gladi Bersih Festival Ciomas Ngabring yang digelar di Jalan Ciomas–Mandalawangi hingga Lapangan Desa Citaman, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Jumat (26/6/2026). Kemeriahan acara semakin terasa saat puluhan lampion diterbangkan menghiasi langit malam.

Camat Ciomas Ugun Gurmilang mengatakan gladi bersih ini menjadi bagian dari persiapan Festival Ciomas Ngabring yang akan digelar pada 18–19 Juli 2026.
“Alhamdulillah tadi kita lihat sendiri rangkaian kegiatannya luar biasa. Antusias masyarakat Kecamatan Ciomas yang memang ingin bangkit, bersatu untuk maju,” ujar Ugun.

Menurutnya, festival tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi masyarakat dari 11 desa di Kecamatan Ciomas.

- Advertisement -
space iklan 300x250

“Kita satukan di Festival Ciomas Ngabring ini. Kita samaratakan bahwa kita adalah masyarakat Ciomas,” katanya.

Pada pelaksanaan nanti, festival akan diisi berbagai kegiatan seperti penebaran benih ikan, tari silat kolosal atau Ngabring, pelepasan sekitar 150 balon udara, penerbangan 6.000 lampion, hingga makan 6.000 paket karedok bersama.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Ugun menyebut Tari Silat Kolosal ditargetkan diikuti 3.500 peserta dari berbagai kalangan. Melihat antusiasme saat gladi bersih, ia optimistis jumlah pengunjung saat acara puncak bisa menembus lebih dari 5.000 orang.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Ciomas Ngabring 2026 Uus Saipudin mengaku terharu melihat tingginya partisipasi masyarakat.

“Saya juga sebetulnya tidak percaya. Awalnya diperkirakan hanya 500 sampai 700 orang, ternyata lebih dari 2.000 warga hadir saat gladi bersih,” ungkapnya.

Uus menjelaskan, penyelenggaraan festival menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat, salah satunya melalui penjualan kaos kepada warga.

“Anggaran ini berasal dari swadaya. Bahkan petani pun ada yang membeli lima sampai sepuluh kaos karena ingin mendukung Ciomas bangkit lagi,” pungkasnya. *(RED)

 

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular