CILEGON, INST-Media.id – Operasi SAR penumpang KMP Kirana II yang diduga melompat ke laut di Perairan Pulau Tempurung, lintasan Merak–Bakauheni, resmi dihentikan setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil, Selasa (4/8/2026).
Korban bernama Andreas Lingsing (26), warga Bandar Lampung, belum ditemukan meski Tim SAR Gabungan telah menyisir area pencarian menggunakan berbagai metode dan peralatan.
Pada hari ketujuh, tim melakukan penyisiran menggunakan RIB 02 di area seluas 13,2 nautical mile persegi dengan pola pencarian paralel. Namun hingga pukul 14.30 WIB, hasil pencarian tetap nihil.
Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Risky Dwianto, memastikan operasi SAR resmi dihentikan setelah seluruh prosedur pencarian dijalankan.
“Pencarian penumpang KMP Kirana II yang melompat ke laut dinyatakan ditutup dan pencarian dihentikan dengan hasil nihil,” kata Risky Dwianto.
Sebelum operasi ditutup, Tim SAR Gabungan menggelar mediasi dengan keluarga korban. Berdasarkan evaluasi bersama, pihak keluarga menerima keputusan penghentian operasi karena selama tujuh hari tidak ditemukan petunjuk baru mengenai keberadaan korban.
Basarnas menegaskan, apabila di kemudian hari terdapat informasi valid yang mengarah pada keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali sesuai prosedur.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Banten, Basarnas Lampung, Polairud, Lanal Banten, VTS Merak, BMKG Serang, ASDP, serta unsur SAR gabungan lainnya. *(RED)



