CILEGON, INST-Media.id – Sebanyak 4.700 anak usia 5–6 tahun di Cilegon belum terlayani pendidikan PAUD. Pemkot Cilegon kini mengerahkan Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan untuk memastikan anak-anak tersebut tidak terlewat program wajib belajar satu tahun prasekolah.
Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan pendataan harus dilakukan langsung hingga lingkungan masyarakat dengan melibatkan para kader.
“Kita mengajak untuk menyukseskan program satu tahun belajar di PAUD atau prasekolah,” ujar Heni, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan data Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), terdapat 4.700 anak usia 5–6 tahun yang belum mendapatkan layanan pendidikan prasekolah.
“Menurut data BPMP, ada 4.700 anak usia 5–6 tahun yang belum terlayani,” kata Heni.
Pemkot kemudian meminta Bunda PAUD kelurahan menggandeng kader untuk melakukan pendataan sekaligus validasi di lapangan.
“Bunda PAUD kelurahan nanti merangkul kader-kader untuk pendataan ini,” tambahnya.
Heni mengatakan Cilegon sebenarnya memiliki fasilitas yang cukup untuk menampung anak-anak tersebut. Saat ini terdapat 309 lembaga PAUD formal dan nonformal.
“Cilegon ini punya 309 PAUD, formal dan nonformal,” tuturnya.
Ia mengajak orang tua mendaftarkan anak usia 5–6 tahun ke PAUD karena usia tersebut merupakan masa penting dalam perkembangan anak.
“Usia 5–6 tahun itu masa golden age. Ayo bersama-sama daftarkan di PAUD,” pungkasnya. *(RED)



