PANDEGLANG, INST-Media.id – Tiga varietas ubi jalar lokal Pandeglang mulai dikembangkan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan petani.
Ketiga varietas tersebut yakni NDS 08 Ungu, NDS 08 Merah dan NDS 08 Kuning. Pencanangan dilakukan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani di UPT Puskeswan Kecamatan Karangtanjung, Senin (28/9/2026).
Pengembangan diarahkan ke tujuh kecamatan, yaitu Menes, Kaduhejo, Mekarjaya, Mandalawangi, Cikedal, Saketi dan Cisaat.
Rencananya, pengembangan melibatkan 82 kelompok tani dengan luas penanaman sekitar 8,2 hektare. Dengan masa panen sekitar empat bulan, produktivitas ditargetkan mencapai 25 hingga 40 ton per hektare, tergantung varietas dan kondisi budidaya.
Dewi mengatakan, pengembangan varietas lokal tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Ini bukan sekadar memperkenalkan varietas baru. Kita ingin menjadikan kekayaan sumber daya genetik lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan petani Pandeglang,” kata Dewi.
Ia juga mendorong hilirisasi agar ubi jalar tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi dapat diolah menjadi tepung, puree, keripik dan produk pangan lainnya.
“Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya diukur dari seberapa banyak hasil panen yang kita produksi, tetapi juga dari seberapa besar nilai tambah yang dapat dinikmati petani dan masyarakat,” ujarnya.
Selain pencanangan varietas ubi, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan World Rabies Day 2026 dan vaksinasi rabies gratis bagi hewan penular rabies. *(RED)



