Sunday, April 19, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaHewan Kurban di Cilegon Dijamin Sehat Menurut OPD Ini

Hewan Kurban di Cilegon Dijamin Sehat Menurut OPD Ini

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, iNST-Media.id – Hewan kurban di Kota Cilegon jelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah diyakini dalam kondisi baik dan sehat.

Sebab, hewan-hewan tersebut telah menjalani proses pemeriksaan kesehatan.

Pengawas Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Cilegon, Dina Safitri mengatakan, menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak hewan ternak masuk dari luar daerah ke Kota Cilegon.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Sebagian besar hewan kurban yang diperjualbelikan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Lampung.

“Untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit mulut dan kuku, DKPP melalui Tim Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan vaksinasi PMK di beberapa lokasi pemeliharaan sapi potong. Vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap serangan penyakit, terutama PMK,” katanya.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Diterangkan Dina, Tim Vaksinasi DKPP Kota Cilegon terdiri dari drh. Dina Safitri, drh. Abraham, Hafid Dasuki, Rangga, Driantama dan drh. Tiara.

Selain memberikan vaksinasi PMK juga memberikan desinfektan dan obat cacing kepada para peternak.

“Diharapkan dengan adanya vaksinasi PMK akan mencegah penyakit, sehingga nantinya konsumen hanya akan mendapatkan hewan kurban yang sehat dan memenuhi ketentuan syarat syariat Islam. Dengan begitu, warga yang menerima manfaat juga Insha Allah selamat dari penyakit,” terangnya

Sementara itu, Syarif Hidayatullah, pedagang hewan kurban Ende Asna Farm di Lingkungan Sambiranggun, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, mengatakan, hewan kurban miliknya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan.

Sehingga hewan yang ada di lapaknya dijamin berkualitas, dalam keadaan baik dan sehat.

“Insya Allah, sudah terjamin. Semenjak sapi masih di kandang-pun, kita selalu dikontrol sama dokter, mulai dari PMK (Penyakit Mulut dan Kuku), LSD (Lumpy Skin Disease)-nya, sudah divaksin, kita dipantau juga,” kata Syarif.

Menurut Syarif, dirinya sudah membuka lapak sekitar satu bulan sebelum hari raya Idul Adha.

“Saat ini hewan yang disediakan sapi ada sekitar 17 ekor, kerbau 6 ekor, kambing 33 ekor domba 30 ekor. Kita ada garansi untuk kesehatan hewan. Apabila sakit atau mati, akan kita ganti,” tuturnya.

Tekait harga, Syarif menjelaskan bahwa sapi jenis limousin, simental, pegon dan madura dijual berkisar antara Rp 18,5 juta hingga Rp 100 juta tergantung berat atau bobot tubuh hewan.

“Untuk kerbau sekitar Rp 18,5 juta, kambing dan domba dijual sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 5,2 jutaan perekor,” jelasnya. (quy/red)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular