BANTEN, INST-Media.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan visual. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sinar api terlihat dari pusat kawah pada malam hari, sementara status gunung api masih berada di Level II (Waspada).
Laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Senin (29/6/2026) pukul 00.00–24.00 WIB mencatat kondisi cuaca di sekitar gunung berawan dengan angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat laut.
Secara visual, gunung tampak jelas hingga tertutup kabut level 0–III. Asap kawah berwarna putih, kelabu, hingga coklat teramati keluar dengan tekanan lemah. Tinggi kolom asap berkisar antara 10 hingga 150 meter di atas puncak kawah.
Selain itu, petugas pengamatan juga melaporkan munculnya sinar api dari pusat kawah pada malam hari yang menjadi indikasi aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Dari hasil pemantauan kegempaan, tercatat tujuh kali gempa hembusan, 22 kali tremor harmonik, 13 gempa frekuensi rendah, dan tiga gempa hybrid atau fase banyak. Tremor menerus (microtremor) juga masih terekam dengan amplitudo dominan 1 milimeter.
Meski aktivitas vulkanik masih terpantau, kondisi ombak di sekitar Gunung Anak Krakatau dilaporkan relatif tenang.
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. *(RED)



