CILEGON, INST-Media.id – Sorotan terhadap APBD Kota Cilegon disampaikan mahasiswa saat menggelar aksi di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Rabu (16/9/2026). Wali Kota Cilegon Robinsar turun langsung menemui massa dan membuka dialog terkait postur anggaran, belanja pegawai, pendidikan hingga infrastruktur.
Didampingi Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Robinsar mengatakan pemerintah terbuka terhadap kritik mahasiswa. Menurutnya, aspirasi tersebut menjadi pengingat agar kebijakan pemerintah tetap berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Ini bentuk pengingat dari rekan-rekan mahasiswa. Kami menerima aspirasinya dan kami berdiskusi pagi hari ini. Alhamdulillah sudah sama-sama saling memberikan pencerahan,” kata Robinsar.
Salah satu sorotan mahasiswa berkaitan dengan berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) yang berdampak terhadap postur APBD. Robinsar mengatakan kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyesuaikan struktur belanja.
“Tuntutannya perihal postur anggaran yang hari ini, dengan berkurangnya TKD. Otomatis harapan rekan-rekan adalah agar lebih fokus lagi terhadap apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Terkait belanja pegawai, Robinsar menjelaskan porsinya terlihat besar karena kapasitas pendapatan daerah berubah setelah TKD berkurang. Ia menegaskan penyesuaian anggaran telah dibahas bersama Sekda dan tim.
Mahasiswa juga menyoroti belanja infrastruktur. Perwakilan HMI Cabang Cilegon Ahmad Zhilu Burhanudin mengklaim berdasarkan kajian mereka, alokasi tersebut belum mencapai 40 persen.
“Pada Pasal 147, belanja infrastruktur juga ditetapkan seminimal mungkin 40 persen. Akan tetapi, anggaran belanja infrastruktur dari APBD Kota Cilegon juga belum menyentuh angka 40 persen, bahkan 35 persen pun belum,” kata Ahmad.
HMI juga mendorong optimalisasi PAD melalui BUMD, pajak dan retribusi. Mereka masih akan mengkaji hasil dialog sebelum menentukan kemungkinan aksi lanjutan terkait APBD 2027. *(RED)



