Friday, April 17, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenBanjir di Pandeglang: Derita Warga, Solusi Pemerintah dan Langkah Konkret Pj Gubernur...

Banjir di Pandeglang: Derita Warga, Solusi Pemerintah dan Langkah Konkret Pj Gubernur Banten

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

PANDEGLANG, INST-Media.id – Hujan deras selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir besar di Kabupaten Pandeglang, Banten. Banjir yang melanda sejumlah kecamatan, seperti Pagelaran dan Patia, dipicu oleh luapan Sungai Ciliman dan Cilemer. Kondisi ini memaksa ratusan warga mengungsi dan membuat aktivitas mereka lumpuh total.

Ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, merendam ratusan rumah, sekolah, dan fasilitas umum. Beberapa warga terpaksa bertahan di tempat pengungsian dengan kondisi seadanya. “Kami sudah lima hari tinggal di sini. Rumah terendam, nggak ada yang bisa dilakukan selain menunggu bantuan,” ujar Rika, seorang warga Pagelaran.

Menteri Sosial dan Pj Gubernur Turun Tangan

- Advertisement -
space iklan 300x250

Merespons bencana ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf datang langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan bantuan sampai ke tangan warga. Didampingi Bupati Pandeglang Irna Narulita, ia menyerahkan makanan siap saji dan kebutuhan pokok lainnya. “Kami berkomitmen mencari solusi agar banjir ini tidak terus berulang,” ujar Saifullah, Jumat (6/12/2024).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Almuktabar turut meninjau tanggul yang jebol dan infrastruktur lainnya. Ia menegaskan perlunya perbaikan tanggul dan normalisasi sungai sebagai langkah jangka pendek. “Kami sedang memprioritaskan pembangunan tanggul sementara untuk mencegah banjir meluas,” katanya, Sabtu (7/12/2024).

- Advertisement -
space iklan 300x250

Selain itu, pemerintah juga sedang mengkaji solusi jangka panjang, seperti pembangunan embung dan peningkatan sistem drainase. “Kami berusaha memastikan banjir seperti ini tidak terulang di masa depan,” tambah Almuktabar.

Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga menyebabkan kerugian besar. Petani di kawasan terdampak mengeluhkan gagal panen akibat sawah mereka terendam. Anak-anak pun terpaksa meliburkan diri dari sekolah karena fasilitas pendidikan ikut terendam.

Masalah kesehatan mulai muncul di tempat pengungsian, seperti penyakit kulit dan flu. Pemerintah provinsi bersama dinas terkait telah mengirimkan tim medis dan menyediakan obat-obatan untuk mencegah penyebaran penyakit.

Warga berharap pemerintah dapat segera memperbaiki tanggul dan memberikan bantuan yang lebih terorganisir. “Kami butuh solusi nyata, bukan hanya bantuan sementara,” ungkap Agus, salah satu warga yang terdampak banjir.

Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan. Bantuan logistik, medis, hingga dukungan psikologis untuk pengungsi mulai didistribusikan. Di sisi lain, pembangunan tanggul sementara juga sudah berjalan untuk mengurangi dampak banjir yang masih terjadi di Kecamatan Patia, di mana 80 persen wilayahnya masih terendam.

Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan kondisi Pandeglang dapat segera pulih. Langkah-langkah konkret yang diambil saat ini menjadi dasar penting untuk mencegah bencana serupa di masa depan. *(UJG/RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular