CILEGON, INST-Media.id – Pemkot Cilegon mulai menyiapkan peluang besar bagi warganya untuk bekerja di Jepang. Sebanyak 200 tenaga kerja asal Cilegon direncanakan diberangkatkan ke Hokkaido pada tahun 2027, bekerja di sektor logistik seperti pengemudi truk dan pekerja gudang.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan rencana tersebut usai berdiskusi dengan perusahaan Jepang PT Kyotsu di LPK Wahana Danau Indah. Ia menegaskan bahwa peluang ini terbuka luas, namun calon tenaga kerja harus memenuhi beberapa syarat penting.
Fajar menjelaskan bahwa bidang kerja yang tersedia tidak hanya menuntut kemampuan bahasa Jepang, tetapi juga keterampilan teknis. Untuk posisi sopir truk, misalnya, calon pekerja harus menjalani proses alih SIM Indonesia ke SIM Jepang yang memerlukan waktu sekitar enam bulan.
“Kami ditantang menyiapkan 200 orang, khusus untuk SSW seperti sopir dan pekerja gudang. Ada standar teknisnya, termasuk proses peralihan SIM Jepang,” ujarnya.
Untuk pekerja gudang, perusahaan Jepang mensyaratkan kemampuan bahasa Jepang minimal level N4. Ada pula tes tulis yang wajib diikuti sebelum keberangkatan.
Agar persiapan lebih maksimal, Pemkot Cilegon akan menggandeng perusahaan Jepang yang beroperasi di kota tersebut. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat pelatihan bahasa dan keterampilan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Representatif PT Kyotsu, Toshimasa Nagahara, menegaskan bahwa warga Cilegon akan diprioritaskan dalam rekrutmen. Jika kuota belum penuh, barulah dibuka untuk daerah lain di Indonesia.
“Prioritas utama kami tetap dari Cilegon,” tegasnya.
Toshimasa menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja terutama berasal dari sektor logistik. Posisi truck driver menjadi yang paling mendesak karena banyak perusahaan mitra membutuhkan SDM tambahan.
Salah satu murid LPK, Reza Apriliani, mengaku senang dengan kesempatan ini. “Kami sangat berterima kasih karena ini bentuk kepedulian Pemkot Cilegon terhadap masyarakat,” ujarnya. *(RED)



