CILEGON, INST-Media.id – Kreativitas ibu-ibu di Lingkungan Medaksa, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, patut diacungi jempol. Mereka berhasil mengubah daun bekas bergetah dan kain bekas menjadi produk ecoprint bernilai ekonomi tinggi yang kini mulai dipasarkan hingga luar daerah.
Karya bertajuk Ecoprint Masaru itu dipamerkan melalui peragaan busana layaknya model profesional. Beragam motif alami dari daun menghasilkan corak unik yang tidak bisa dibuat sama persis, sehingga setiap lembar kain memiliki karakter tersendiri.
Proses pembuatannya diawali dengan menempelkan daun bergetah di atas kain berbahan alami. Setelah itu kain digulung, diikat, lalu dikukus selama sekitar 30 menit. Pewarnaan menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti tawas dan kapur sehingga tetap aman bagi lingkungan.
Ketua Ecoprint Masaru, Iffah Lathifah, mengatakan ide tersebut berawal dari keinginan memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai jual.
“Teknik ecoprint memanfaatkan daun yang ditempelkan pada kain berbahan alami sehingga menghasilkan motif dan warna khas yang berbeda di setiap produk,” ujarnya.
Produk Ecoprint Masaru tidak hanya dijadikan bahan pakaian, tetapi juga taplak meja, syal, hingga berbagai produk kerajinan lainnya. Harganya berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung tingkat kesulitan pengerjaan.
Salah seorang pembeli asal Serang, Etty, mengaku mengetahui Ecoprint Masaru dari media sosial. Ia tertarik karena motifnya unik dan menggunakan bahan alami.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, usaha ecoprint ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi para ibu rumah tangga di Medaksa. Berkat inovasi tersebut, kelompok Ecoprint Masaru juga telah meraih berbagai penghargaan dari pemerintah maupun pihak swasta. *(RED)



