CILEGON, INST-Media.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon mendorong pelaku industri dan perusahaan agar ikut memasang Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien (SPKUA). Langkah ini dinilai penting karena jumlah SPKUA di Cilegon masih sangat terbatas, sementara kebutuhan akan data mutu udara yang akurat terus meningkat.
Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan DLH Kota Cilegon, Deny Yuliandi, menjelaskan bahwa saat ini baru terdapat empat unit SPKUA milik Pemkot Cilegon, satu milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta satu unit milik industri.
“Keberadaan SPKUA yang masih minim membuat pemantauan udara belum maksimal. Dengan partisipasi industri, masyarakat bisa mendapatkan informasi kualitas udara yang lebih tepat dan akurat,” ujarnya, Jumat (24/10/2025).
Deny juga mengapresiasi langkah salah satu industri di Cilegon yang telah lebih dulu memasang SPKUA di lingkungan perusahaan mereka. Menurutnya, hal ini dapat menjadi contoh bagi industri lain dalam mendukung transparansi data lingkungan.
Selain mendorong partisipasi swasta, DLH Cilegon juga berkomitmen mengoptimalkan kembali pemeliharaan SPKUA milik pemerintah daerah. Empat alat pemantau udara yang telah terpasang akan difokuskan pada titik-titik strategis seperti pertigaan jalan utama dan kawasan padat mobilisasi kendaraan.
“DLH terus berupaya menjaga kualitas udara tetap dalam ambang batas aman dan sehat bagi masyarakat,” kata Deny. *(RED)



