CILEGON, INST-Media.id – Erupsi Anak Krakatau mendorong Pemerintah Kota Cilegon memperkuat langkah mitigasi, mulai dari memastikan jalur evakuasi hingga menyiapkan sekitar 1.000 paket kebutuhan darurat bagi masyarakat.
Wali Kota Cilegon Robinsar mengatakan koordinasi dengan industri dan OPD terkait langsung dilakukan pada Senin (7/9/2026).
“Jalur sudah ada pasti. Tinggal mungkin memang perlu sosialisasi ke masyarakat lebih. Saya sudah arahkan juga ke BPBD,” kata Robinsar.
Menurutnya, sosialisasi menjadi penting agar warga mengetahui lokasi yang dapat digunakan sebagai titik evakuasi jika terjadi kondisi darurat.
“Yang pasti sudah ada beberapa titiknya. Totalnya saya kurang paham, tetapi di BPBD saya pastikan itu sudah ada,” ujarnya.
Selain jalur evakuasi, Pemkot Cilegon juga menyiapkan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Kalau buffer stock anggaran ada. Di perubahan ada BTT. BTT juga bisa digunakan untuk suatu urgensi seperti itu,” jelas Robinsar.
Untuk kebutuhan awal, sekitar 1.000 paket disiapkan dan jumlahnya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Robinsar juga menegaskan pentingnya komunikasi dengan kawasan industri. Menurutnya, perusahaan harus mengetahui pola penanganan dan langkah yang dilakukan pemerintah apabila terjadi kondisi darurat.
“Minimal industri itu sudah tahu polanya, sudah tahu langkah-langkah yang akan dilakukan,” katanya.
Pemkot Cilegon memastikan koordinasi dengan BPBD, OPD dan industri akan terus diperkuat untuk mengurangi risiko terhadap masyarakat maupun aktivitas industri. *(RED)



