LEBAK, INST-Media.id – Harga beras di wilayah Lebak dan Pandeglang, Banten kembali melonjak akibat cuaca buruk yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan mencapai Rp2.000 per kilogram membuat banyak warga merasakan dampaknya secara langsung.
Pantauan di sejumlah pasar, harga beras medium dan premium sama-sama mengalami kenaikan. Warga kecil yang selama ini bergantung pada pendapatan harian semakin kesulitan membeli kebutuhan pokok.
“Sekarang serba mahal. Beras saja naik, padahal penghasilan saya tidak nambah. Terpaksa beli sedikit demi sedikit,” kata Uting, warga miskin yang ditemui di Pasar Rangkasbitung.
Cuaca ekstrem yang mengganggu distribusi dan proses panen menjadi faktor utama melonjaknya harga. Akibatnya, pasokan beras di pasaran menurun dan harga tidak terkendali.
Sementara itu, Perum Bulog Lebak–Pandeglang memastikan pasokan beras masih aman. Sebanyak 4.000 ton beras akan segera digelontorkan ke pasaran untuk menekan kenaikan harga.
“Stok aman, dalam waktu dekat kita salurkan 4.000 ton untuk stabilisasi harga,” jelas Kepala Bulog Lebak, Muhammad Syaukani, Senin (7/1/2025).
Warga berharap pemerintah bergerak cepat agar harga kembali stabil dan terjangkau. Di tengah kondisi ekonomi sulit seperti saat ini, kenaikan harga beras menjadi pukulan berat bagi masyarakat kecil.
Situasi di pasar masih terus dipantau pemerintah daerah untuk memastikan distribusi lancar dan pedagang tidak memanfaatkan kondisi cuaca sebagai alasan untuk menaikkan harga secara berlebihan. *(RED)



