LEBAK, INST-Media.id – Detik-detik mencekam dialami lima pelajar di Kabupaten Lebak, Banten, saat jembatan gantung yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk. Tanpa peringatan, tubuh mereka bersama tiga sepeda motor terjun bebas ke Sungai Cilangkap dari ketinggian sekitar 20 meter, Rabu (21/1/2026) siang.
Peristiwa horor itu terjadi saat para pelajar pulang sekolah dari SMPN 3 Wanasalam. Jembatan yang menghubungkan Desa Cilangkap, Kecamatan Wanasalam, dengan Desa Senanghati, Kecamatan Malingping, mendadak miring setelah salah satu tali sling putus.
Salah satu korban, Dede Iif, masih terlihat syok saat menceritakan kejadian tersebut.
“Kami lewat seperti biasa. Tiba-tiba jembatan goyang, terus miring, lalu jatuh semua ke sungai. Saya luka di kepala dan harus dijahit,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, seluruh korban mengalami luka-luka, bahkan dua di antaranya mengalami patah tulang dan harus dirawat intensif di RSUD Malingping. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berhamburan menolong para korban dari dasar sungai.
Kepala Desa Senanghati, Agus Sumantri, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sudah berusia belasan tahun dan belum pernah mendapat perbaikan serius.
“Jembatan ini akses utama warga dan pelajar. Kami sangat berharap pemerintah segera membangun kembali jembatan yang layak dan aman,” tegasnya.
Hingga kini, jembatan masih belum bisa dilalui, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berbahaya. *(RED)



