INST-media.id -PANDEGLANG – Desa Wisata Bukit Sinyonya di Pandeglang, Banten, menawarkan potensi pariwisata yang sangat menarik, terutama dengan pendekatan berbasis digital. Bank Jabar Banten (BJB) merespons positif terhadap pengembangan pariwisata berbasis digital ini, menganggapnya sebagai salah satu sektor ekonomi yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah.
Dengan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), pembayaran dan transaksi di Desa Wisata Bukit Sinyonya menjadi lebih mudah dan efisien, membuka akses keuangan yang lebih luas bagi pengunjung. Hal ini juga mencerminkan pergeseran menuju ekonomi digital yang lebih inklusif.
Selain aspek keuangan, Desa Wisata Bukit Sinyonya juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam, mulai dari panorama alam yang indah hingga kegiatan budaya seperti Ngagogo, yang merupakan kegiatan menangkap ikan dengan tangan di lumpur saat kolam dikeringkan. Ini menciptakan pengalaman wisata yang unik dan memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk terlibat dalam aktivitas budaya lokal.
ASDA II Pandeglang Nuriyah menyebut bahwa Wisata Bukit Sinyonya merupakan Wisata Ikonik di Kabupaten Pandeglang. Selain itu, kenapa di Desa Bandung ini menjadi desa digital? Karena semua kegiatan yang berbasis tentang keuangan, keuangan desa, penyelenggaraan-penyelenggaraan organisasi semuanya transaksinya sudah mulai non-tunai juga seperti masuk ke desa wisata yang satu ini.
“Semuanya sudah pakai Qris. Belanja pakai kris. Terus juga biaya masuk ke tempat pariwisata ini sudah pakai kris juga dengan tarif murah. Nah maka di desa Bandung ini sudah dijuluki desa digital secara keuangan, karena pembayarannya sudah tidak konvensional lagi. Desa Bandung sekarang sudah dijuluki desa digital,” katanya pada suatu kesempatan
Di bukit ini berbagai macam kegiatan bisa dinikmati seperti panorama sunset juga dapat, karena posisi berada di bukit. Terlebih di sini ada ikan Mas Sinyonya ikan peninggalan jaman purbakala tersebar hanya ada di wilayah ini. “Nah, ikan itu adalah Ikan Mas Sinyonya yang sengaja kita simpan di kolam sebagai edukasi juga. Terus juga itu salah satu dari pada destinasi wisata ini kan sinyonya yang kita angkat,” jelasnya.
“Jadi sinyonya ini yang kami katakan bahwa ikan peninggalan purbakala yang hampir punah dan secara indikasi biografisnya itu hanya ada di tempat kami. Makanya nanti wisatawan yang datang ke sini gak usah lagi mau nyari-nyari ikan Mas Sinyonya di dalam kolam yang keruh segala macam. Tapi sudah bisa melihat ikan masinyonya itu di kolam air bening,” katanya lagi.
Selain itu, kehadiran ikan Mas Sinyonya, yang merupakan peninggalan purbakala dan hanya ada di wilayah tersebut, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Desa Wisata Bukit Sinyonya juga menawarkan berbagai kegiatan olahraga seperti pemancingan dan tracking sepeda, yang semuanya dapat dinikmati oleh pengunjung dengan tarif masuk yang terjangkau.
Dengan pengelolaan yang baik dan kerjasama dari seluruh penyelenggara kegiatan, Desa Wisata Bukit Sinyonya berhasil menawarkan pengalaman wisata yang menyeluruh dan bervariasi, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pariwisata lokal serta kesejahteraan masyarakat setempat. *(Red)



