Monday, April 20, 2026
header ads 728x90
HomeBeritaBantenIroni Digital Cilegon: Tertinggal di Tengah Kemajuan, Internet Gratis Tak Terjangkau Warga...

Ironi Digital Cilegon: Tertinggal di Tengah Kemajuan, Internet Gratis Tak Terjangkau Warga Pabean

- Advertisement -
space iklan 300x250
- Advertisement -

CILEGON, iNST-Media.id – Di tengah gencarnya program digitalisasi dan layanan internet gratis dari pemerintah, warga Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, justru masih hidup tanpa akses internet memadai. Wilayah yang berada di ujung utara Kota Cilegon ini menjadi salah satu blank spot alias zona tanpa sinyal.

Hafid (39), warga Pabean, mengaku heran karena di era serba digital ini, kampungnya masih belum tersentuh jaringan internet yang stabil.

“Hampir semua warga sudah punya HP, tapi sinyalnya lemah bahkan sering hilang. Mau sekolah online, kerja, atau sekadar akses informasi saja susah,” ujar Hafid, Rabu (16/4/2025).

- Advertisement -
space iklan 300x250

Pemerintah sebenarnya sudah meluncurkan program internet gratis. Namun, menurut Hafid, layanan tersebut belum bisa dinikmati maksimal oleh warga.

“Ada katanya internet gratis, tapi kadang nyambung, kadang mati. Katanya anggaran besar, tapi nggak terasa manfaatnya. Kalau begini, mending diaudit,” ujarnya kecewa.

- Advertisement -
space iklan 300x250

Minimnya akses internet berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Anak-anak kesulitan belajar online, pekerja informal susah akses layanan digital, dan pelaku UMKM kesulitan menjalankan usahanya.

“Sekarang bayar listrik, transfer uang, daftar kerja—semua butuh internet. Kalau nggak ada jaringan, kami ketinggalan jauh,” tambah Hafid.

Sebagian warga akhirnya memilih memasang layanan internet berbayar dari provider, meskipun biayanya cukup tinggi.

“Harganya antara Rp200 ribu sampai Rp400 ribu per bulan. Berat buat warga yang penghasilannya pas-pasan,” katanya.

Warga berharap Wali Kota Cilegon Robinsar bisa memperhatikan kesenjangan digital di wilayah seperti Pabean. Menurut mereka, pemerataan infrastruktur digital harus menjadi prioritas.

“Ini soal keadilan. Kami juga warga Cilegon, punya hak yang sama untuk dapat akses internet,” tutup Hafid. *(RED)

- Advertisement -
space iklan 300x250
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
space iklan 300x250

Most Popular