PANDEGLANG, INST-Media.id – Munculnya isu mengenai potensi gempa Megathrust yang bisa memicu tsunami telah menimbulkan ketakutan di kalangan warga pesisir Pantai Selatan Pandeglang, Banten. Informasi ini mengingatkan warga pada tragedi tsunami yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2018, yang hingga kini masih membekas dalam ingatan mereka.
Warga yang berada di zona Megathrust, di mana pertemuan lempeng tektonik berpotensi menimbulkan gempa besar berkekuatan hingga M 8,7, merasa was-was akan kemungkinan terulangnya bencana serupa. Kekhawatiran warga ini diperkuat oleh peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang potensi gempa besar di kawasan Selat Sunda.

“Takut masih trauma dengan tsunami tahun 2018 lalu,” ucap Wardina salah seorang warga di Kecamatan Panimbang saat ditemui baru-baru ini.
Sebagai langkah antisipasi, warga mulai mempersiapkan diri dengan lebih serius. Mereka memantau kondisi laut dan mempelajari jalur evakuasi yang telah ditetapkan, siap bergerak cepat jika terjadi gempa atau tsunami. Meskipun demikian, kepanikan tetap melanda, terutama karena sebagian besar masyarakat masih trauma dengan bencana yang pernah terjadi.
Untuk mengurangi ketakutan dan meningkatkan kesiapsiagaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya solusi kesiapsiagaan dan edukasi.
BNPB mengimbau masyarakat untuk mengikuti pelatihan dan sosialisasi yang diselenggarakan, guna memahami langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi bencana, sehingga risiko dan dampak bencana bisa diminimalisir.*(UJG/RED)



