
CILEGON-INST.Media.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon berencana membabat kabel listrik udara dan menggantinya dengan kabel bawah tanah (underground) sepanjang 5 kilometer, dari kawasan PCI hingga Dandim.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya mempercantik wajah kota dan masuk dalam visi misinya.
“Titik prioritasnya dari PCI sampai ke Dandim, sekitar 5 km. Kabel yang saat ini berada di udara nantinya akan dipindahkan ke bawah tanah,”kata Robinsar kepada Kabar Banten di Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (17/3/2025)
Robinsar menjelaskan bahwa proyek ini nanti akan didorong pentapan peraturan daerah (Perda), diawali dengan penyusunan peraturan wali kota (Perwal) terlebih dahulu.
“Ini tahapan awal, Perwal dulu supaya bisa menjadi Perda. Targetnya, setelah Lebaran Perwal sudah ada, dan paling lambat tahun depan semua kabel sudah underground,”ujarnya.
Ia berharap eksekusi proyek dapat dimulai tahun ini dengan target penyelesaian maksimal tahun depan.
“Kalau bisa tahun ini, insyaallah langsung eksekusi, tapi paling lambat tahun depan,” tuturnya.
Menurutnya, proyek ini sejalan dengan visi misi Pemkot Cilegon dalam menata kota, termasuk perbaikan infrastruktur seperti lampu penerangan jalan umum (PJU).
“Kalau kabel bisa diunderground-kan, tentu lebih baik,” ucapnya.
Pemkot Cilegon juga akan melakukan pendataan terhadap pemilik kabel yang sudah terpasang, yang akan dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Nanti akan ada pendataan lagi untuk mengetahui siapa saja pemilik kabel. Diskominfo yang akan mendata siapa saja yang memasang kabel tersebut,” ungkapnya.
Selain itu, setelah pemasangan kabel bawah tanah selesai, pemilik kabel akan dikenakan retribusi sesuai regulasi yang berlaku.
“Setelah kabel dipasang, nantinya akan dikenakan retribusi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan proyek ini, Pemkot Cilegon akan menyiapkan lahan untuk pemasangan kabel bawah tanah, sementara aspek teknis pemasangan menjadi tanggung jawab masing-masing pemilik kabel.
“Kita yang siapkan lahannya, tapi teknis pemasangannya dari mereka,” tuturnya. (KR)






