CILEGON, INST-Media.id – Sebanyak 188 pekerja terdampak PHK di Kota Cilegon mendapat kesempatan mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi. Program Pemkot Cilegon ini disiapkan agar peserta memiliki keterampilan baru untuk kembali memasuki dunia kerja atau membuka usaha.
Pelatihan Batch 1 akan dimulai pada 28 September 2026. Para peserta sebelumnya merupakan bagian dari 307 orang yang diusulkan Pemkot Cilegon kepada UPTD Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang.
Ada empat bidang pelatihan yang disiapkan, yakni operator forklift, Operator K3 Umum, barista, serta digital marketing atau content creator.
Operator forklift menjadi bidang dengan peserta terbanyak, yakni 96 orang. Sementara Operator K3 Umum diikuti 60 peserta, sedangkan pelatihan barista dan digital marketing masing-masing 16 peserta.
Sekretaris Daerah Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan pelatihan tidak boleh hanya berorientasi pada sertifikat.
“Pelatihan harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga tidak hanya sekadar mengejar sertifikat saja. Yang paling penting yaitu bagaimana pelatihan ini benar-benar meningkatkan kualitas dan kompetensi peserta,” kata Aziz.
Ia juga meminta Dinas Tenaga Kerja mendata perusahaan yang membuka lowongan dan mendorong peserta pelatihan mendapatkan kesempatan kerja.
Kepala Disnaker Kota Cilegon Sri Widayati mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang peserta kembali bekerja maupun menjalankan usaha mandiri.
Sri menyebut pelatihan khusus pekerja terdampak PHK ini merupakan program perdana di Kota Cilegon dan melibatkan dunia industri. *(RED)



